Sajak Bambang Kariyawan YS (Tanjungpinang Pos, 28 November 2020)

Membaca Laut pada Kampung yang Hilang


Serumpun bakau menyimpan kisah pada

kampung ini

Tentang akar-akar yang tergeletak lelah

menanti waktu

Semakin rapuh bebatangnya menjadi tua

Termakan kisah-kisah pilu tentang deburan

riak yang gagap

Terombang bersama jala sunyi

Terambing dihirup lumpur bisu

Tersangkut pada remah-remah gelisah

Kampung ini kampung yang pernah hilang

Kayu Ara, kampung yang menangis

Tertelan oleh kisah-kisah pembuangan

Pilu ...

Berbonggol sisa kelapa rentah

Anak-anak arang menghitam kelam

Terbakar resah dipanggang resam

Masa lalu tergagu kelam

Tenggelam bersama cericit walet di rumah

beton yang terlupa

Kampung ini belum hilang ...

Kampung ini belum tenggelam ...

Kampung ini belum terbuang ...

Belum!!


Kisah akan Rindu Laut


Sehelai ketapang menabuh pagi

Hendak jatuh tak sepenuh hati

Menjejak ragu menyentuh bumi

Bersaksi akan selarik sejarah

Bergelora bersama gelombang Cina

Selatan

Tanah, pasir, dan pantai tetap setia

Mendengar penutur berkisah tentang

kasih

Putri Pandan Berduri dan Jenang

Perkasa

Kisah-kisah lain tentang keping-keping

tanah

yang setia menanti debaran laut

Selendang laut mendodoi angin

Tersangkut pada pepohonan bebarok

Di samping kajang orang-orang laut

Bekelam melewati matahari dan bintang

Menikmati hari di antara petikan agar-

agar

Rindu …


Lepah


Berselimut biru pada laut selatan

Menggulung igau pada riak segantang lada

Kepak angin menabur aroma asin

Gagap melinggam pada lekuk bakau

Remis putih dan siput mungil memeram

dendam

Berkisah sepatah risau pasir-pasir putih

Dilumpuri nafsu kumuh limbah tak bertuan

Lepahku lepuh ...


BAMBANG KARIYAWAN YS, kelahiran Tanjung Uban Kepulauan Riau. Penerima Anugerah Sagang tahun 2011. Penerima PenghargaanAcarya Sastra tahun 2019. Buku puisi tunggalnya "Lelaki Pemanggul Gurindam”.



Tidak ada komentar